Jika biasanya anak anak bisa bermain keluar dengan teman temannya, tetapi sekarang mereka sebisa mungkin harus diam di rumah saja. Hasilnya si kecil pun merasa sangat bosan. Terlebih lagi harus dikerjakannya tugas tugas sekolah di rumah setiap hari. Anastasia Satriyo, M. Psi, psikolog anak dari tiga generasi berkata, “Semua anak memang gampang bosan, apalagi kalau kemampuan intelektualnya baik”. 

Mewabahnya virus corona memang menyebabkan diliburkannya semua kegiatan belajar dan mengajar di semua sekolah. Tetapi pihak sekolah tetap memberikan pekerjaan rumah supaya anak tetap bisa beraktivitas. Tugas tugas yang bisa dibilang menumpuk dan sudah jarangnya berinteraksi dengan teman temannya secara lansung pastinya akan membuat mereka suntuk dan bosan. 

Untuk membantu anak mengatasi rasa bosannya selama belajar di rumah, ibu bisa mengikuti beberapa tips mudah dan benar dibawah ini, seperti diantaranya : 

  1. Mempertahankan Rutinitas

Pastinya anak anak menganggap sekolah sedang libur. Tetapi anak anak tetap membutuhkan aktivitas normal, keakraban, dan struktur. Lillie Rosenblatt, seorang guru di Sekolah Dasar Brookfiled di Camden, London, berkata “Jadi tetaplah rutin. Itu membuat sekolah di rumah lebih mudah dan membantu anak anak untuk menyadari ini bukan hari libur.”

  1. Beri Anak Otonomi

Ibu bisa membiarkan si kecil membuat jadwalnya sendiri tentang apa yang akan dilakukannya setelah menyelesaikan tugas sekolah. Hal ini dapat menggabungkan ide ide dari anak dan pembelajaran di rumah. Tetapi jika anak menjadwalkan main game setiap hari, maka saatnya orang tua harus turun tangan. 

  1. Membatasi Penggunaan Tablet, Ponsel, Dan TV

Pastinya selama anak di rumah saja ada banyak kesempatan untuk mereka menonton TV. Mereka juga akan merasa lebih leluasa menggunakan ponselnya untuk tetap berhubungan dengan teman temannya secara virtual. Tugas ibu disini adalah mencoba membantu mereka supaya terhindar dari ketergantungan berlebihan yang tidak sehat pada waktu layar. Terlalu banyak bermain gadget dapat menimbulkan efek sangat negatif pada kesehatan fisik dan mental anak, bahkan bisa menganggu pola tidur juga. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *